Nabi Elisa Sebagai “Pewaris” Pelayanan Nabi Elia
Syalom… saudara-saudara terkasih di dalam nama Tuhan Kita Yesus Kristus…
Pada kesempatan kali ini saya akan
membagikan sebuah artikel yang berjudul Nabi Elisa Sebagai “Pewaris” Pelayanan Nabi Elia.Semoga dengan adanya artikel ini dapat bermanfaat dan Menambah
wawasan serta pengetahuan saudara semuanya dalam membaca dan mendalami Firman
Tuhan…
Nabi Elisa Sebagai “Pewaris” Pelayanan Nabi
Elia
Pemahaman mengenai
perikop anak-anak Betel mencemooh Nabi Elisa akan menjadi tepat apabila perikop
tersebut dipahami keterkaitannya dengan perikop sebelumnya yaitu perikop Elia
naik ke surga (2 Raj 2: 1-18). Dalam perikop Nabi Elia naik ke surga
diceritakan oleh penyusun kitab 2 Raja-Raja bahwa Elisa menemani Nabi Elia
menjelang kenaikan Nabi Elia ke surga. Elisa menemani Nabi Elia dalam suatu
perjalanan yang diceritakan secara berputar-putar. Dari Gilgal, mereka berjalan
lagi menuju Betel kemudian mereka berjalan lagi menuju Yerikho dan terakhir
perjalanan mereka berakhir di sungai Yordan.
Sesampainya di surga
Yordan, Elia membelah sungai Yordan dengan gulungan jubahnya. Kisah Nabi Elia
yang membelah sungai Yordan barangkali dipengaruhi oleh tradisi penyebrangan
Laut Merah yang terdapat dalam Kitab Keluaran. Hal tersebut barangkali
mengingatkan kita akan kisah Musa. Terkadang dalam beberapa hal Nabi Elia
diperbandingkan dengan Musa (bdk 1 Raj 19: 1-21). Sesampainya di seberang
Sungai Yordan, Nabi Elia memberi kesempatan kepada Elisa untuk mengajukan suatu
permintaan. Elisa meminta dua bagian dari Roh Nabi Elia (2 Raj 2: 9) yang
berarti Elisa meminta agar ia menjadi ahli waris dari kenabian Elia. Permintaan
Elisa tersebut mirip dengan hak anak sulung menurut hukum Yahudi yang menjadi
ahli waris dari suatu keluarga (Ul 21: 17). Anak sulung biasanya mendapat
warisan dua kali lipat bila dibandingkan dengan bagian masing-masing anak yang
lain.
Permintaan Elisa
tersebut sulit untuk dikabulkan oleh Nabi Elia karena roh kenabian seperti yang
dimiliki oleh Nabi Elia tidak diwariskan melainkan didapatkan langsung dari
Allah. Maka dari itu, dapat dimengerti apabila kemudian Nabi Elia mengatakan
bahwa Allah sendiri yang akan memberi tanda apakah Ia akan memanggil Elisa
menjadi seorang Nabi. Tanda yang dimaksud oleh Nabi Elia adalah apabila Elisa
dapat melihat Nabi Elia terangkat ke surga maka Elisa akan mendapat dua bagian
dari Roh Nabi Elia sehingga Elisa akan menjadi seorang Nabi pengganti dirinya.
Kisah dalam perikop
tersebut berlanjut dengan datangnya kereta berapi dengan kuda berapi secara
tiba-tiba dan Nabi Elia pun naik ke surga dalam angin badai (2 Raj 2: 11).
Rupa-rupanya, Elia melihat hal tersebut dan itu menjadi tanda Allah memilih
Elisa menjadi seorang Nabi seperti yang telah dikatakan oleh Nabi Elia.
Kemudian, Nabi Elisa mengoyakkan pakaiannya menjadi dua lalu memungut jubah
Nabi Elia dan mempergunakannya untuk menyebrang Sungai Yordan kembali seperti
yang telah dilakukan oleh Nabi Elia sebelumnya.
Dalam perikop tersebut,
penyusun Kitab 2 Raja-Raja amat menekankan bahwa Nabi Elisa menjadi pewaris
kenabian dari Nabi Elia. Tugas kenabian yang sebelumnya dipegang oleh Nabi Elia
diberikan oleh Allah dengan cara ‘membuka mata’ Nabi Elisa untuk melihat Nabi
Elia terangkat ke surga. Dari titik itulah berkembang perikop-perikop
selanjutnya yang hendak menggambarkan kesejatian kharisma kenabian yang
dimiliki oleh Nabi Elisa. Selanjutnya, penyusun kitab 2 Raja-Raja hendak
menunjukkan kesejatian kharisma kenabian Nabi Elisa yang diterimanya dari Allah
dengan cerita yang menggambarkan kekuatan seorang Nabi yang dapat memberikan
berkat pada orang yang percaya dan juga kekuatan seorang Nabi yang dapat
memberikan kutuk pada orang yang tidak menghormatinya atau tidak percaya
padanya.
Sebagian orang mungkin
masih menyimpan rasa ragu bahwa Nabi Elisa menjadi pewaris dari Nabi Elia. Hal
itu terlihat dari rombongan orang dari Yerikho yang mengutus orang untuk
mencari Nabi Elia (2 Raj 2; 16). Mereka tidak percaya bahwa Nabi Elia sudah
terangkat ke surga dan digantikan oleh Nabi Elisa. Mereka mengira bahwa Nabi
Elia diangkat oleh Roh Tuhan dan dilemparkan ke atas salah satu gunung atau ke
dalam salah satu lembah. Nabi Elisa sudah mengatakan kepada mereka bahwa mereka
tidak akan menemukan Nabi Elia karena ia sudah terangkat ke surga tetapi mereka
tidak percaya kepada Nabi Elisa (2 Raj 2: 16-17). Perkataan Nabi Elisa memang
terbukti benar ketika orang-orang tersebut tidak menemukan Nabi Elia.
Kisah tersebut agaknya
disusun dengan tujuan hendak menggambarkan bahwa di dalam benak orang masih tersimpan
rasa ragu (walau sedikit) dengan kesejatian Nabi Elisa menjadi pewaris
kenabian. Keraguan itu terlihat ketika orang-orang tidak percaya akan perkataan
Nabi Elisa mengenai Nabi Elia yang sudah terangkat ke surga. Maka dari itu,
dapat dimengerti jika selanjutnya penyusun Kitab 2 Raja-Raja mencoba menekankan
mengenai kesejatian Nabi Elisa menjadi pengganti Nabi Elia. Hal itu terlihat
dari perikop Allah yang memerintahkan Nabi Elia untuk mengurapi Hazael dan Yehu
(1 Raj 19: 15-16) tetapi kemudian tugas tersebut dicatat bahwa Nabi Elisa yang
melaksanakan pengurapan ( 2 Raj 8: 13).
Kesejatian kharisma
kenabian Elisa ditekankan lagi secara lebih terlihat dan mendalam dengan adanya
dua perikop selanjutnya yaitu Elisa menyehatkan air di Yerikho (2 Raj 2: 19-22)
dan Anak-anak Betel mencemooh Elisa (2 Raj 2: 23-25). Kedua perikop selanjutnya
tersebut disusun dengan tujuan untuk menekankan kharisma kenabian yang diterima
oleh Nabi Elisa. Kharisma kenabian yang hendak ditampilkan adalah kharisma
seorang Nabi yang dapat membawa memberikan berkat kepada orang yang percaya
kepadanya dan seorang Nabi yang dapat memberikan kutuk kepada orang yang tidak
percaya atau tidak menghormatinya.
Demikianlah artikel yang berjudul Nabi Elisa Sebagai “Pewaris” Pelayanan Nabi Elia. .Semoga
dapat bermanfaat bagi saudara-saudara terkasih semuanya.Jika ada
permintaan,saran,maupun komentar saudara semuanya,silahkan untuk memberikan
komentarnya di kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih telah
berkunjung…
Tuhan Memberkati Kita…
Syaloom…

0 Response to "Nabi Elisa Sebagai “Pewaris” Pelayanan Nabi Elia "
Posting Komentar