Biografi Dan Profil Lengkap Nabi Elisa (Kisah Perjalanan Hidupnya)
Syalom… saudara-saudara terkasih di dalam nama Tuhan Kita Yesus Kristus…
Pada kesempatan kali ini saya akan
membagikan sebuah artikel yang berjudul Biografi Dan Profil Lengkap Nabi Elia(Kisah Perjalanan Hidupnya).Semoga dengan adanya artikel ini dapat bermanfaat dan Menambah
wawasan serta pengetahuan saudara semuanya dalam membaca dan mendalami Firman
Tuhann…
Siapakah Elisa?
Elisa berasal dari kata
Ibrani atau kata Yunani “Eleseus” yang berarti “Allah itu Juruselamat”.
Ia dipanggil demi menggantikan Elia dalam melanjutkan tugas pelayanannya di
Kerajaan Utara. Ayah Elisa bernama Safat dari Abel-Mehola. Mereka tinggal di
lembah Yordan. Sebagai seorang anak petani, Elisa sangat giat bekerja di
ladang. Allah memanggil Elisa sejak masih muda dan ia mengakhiri pengabdiannya
sebagai nabi kurang lebih pada usia 90 tahun.
Elia dan Elisa memiliki
kisah panggilan dan pelayanan yang mirip. Mereka dipilih Tuhan secara luar
biasa. Hal ini dapat dilihat dari mukjizat dan kisah-kisah yang dilakukan oleh
kedua Nabi ini. Elisa juga seseorang yang peduli dengan persoalan-persoalan
yang terjadi dalam masyarakat. Sebagian besar kisah mengenai Elisa yang
diceritakan di Alkitab adalah segala bentuk pelayanannya kepada Tuhan yang ditunjukkan
ke dalam berbagai mukjizat dan nubuat-nubuatnya. .Elisa bin Safat adalah
seorang nabi yang dicatat dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama Alkitab
Kristen .Ia bekerja di Kerajaan Israel (Samaria) pada zaman pemerintahan
raja-raja Yoram, Yehu, Yoahas, dan Yoas, sekitar abad ke-8 SM. Ia berasal dari
kota Abel-Mehola.
Keterangan Nabi Elisa
Elisa putra Safat
dipanggil dan diurapi menjadi murid dan nabi oleh Elia, ketika sedang membajak
dengan 12 pasang lembu di ladang ayahnya di Abel-Mehola, sedang ia sendiri
mengemudikan yang ke-12. Ketika Elia lalu dari dekatnya, ia melemparkan
jubahnya ke bahu Elisa. Elisa minta ijin berpamitan kepada ayah dan ibunya,
lalu menyembelih sepasang lembu bajakannya dan memasak dagingnya dengan bajak
lembu itu sebagai kayu api; ia memberikan daging itu kepada orang-orangnya,
kemudian makanlah mereka. Sesudah itu bersiaplah ia, lalu mengikuti Elia dan
menjadi pelayannya. (1 Raja-raja 19:16–19) Ini terjadi sekitar 4 tahun sebelum
matinya Ahab. Elisa mengikuti Elia selama lebih kurang 8 tahun, sampai Elia
diangkat ke sorga.
Setelah Elia diangkat ke
sorga dalam angin badai, ia diakui oleh pemimpin dari anak-anak nabi sebagai
penerus Elia dan terkenal di Israel. Sesuai permintaannya, ia diberi Tuhan
"dua bagian" (dua kali lipat) dari kuasa Elia (2 Raja-raja 2:9); dan
bekerja selama 60 tahun (892–832 SM) sebagai "nabi Israel" (2
Raja-raja 5:8).
Tindakan
kenabian Nabi Elisa
Sejumlah
tindakannya sebagai nabi:
Penduduk kota Yerikho
mengeluh kepada Elisa: "Cobalah lihat! Letaknya kota ini baik, seperti
tuanku lihat, tetapi airnya tidak baik dan di negeri ini sering ada keguguran
bayi." Elisa melemparkan garam ke dalam mata air serta berkata:
"Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi
lagi olehnya kematian atau keguguran bayi." Maka sehatlah air itu. (2
Raja-raja 2:19-22)
Anak-anak dari Betel
mencemoohkan Elisa serta berseru kepadanya: "Naiklah botak, naiklah
botak!", lalu dikutuknyalah mereka demi nama TUHAN. Maka keluarlah 2 ekor
beruang dari hutan, lalu mencabik-cabik dari mereka 42 orang anak. (2 Raja-raja
2:23–25).
Raja Ahab, bersama raja
Yosafat dari Kerajaan Yehuda dan raja Edom, kekurangan air dalam perjalanan
untuk berperang melawan Moab. Yosafat meminta raja Israel untuk memanggil nabi
Tuhan, maka Elisa dipanggil. Karena memandang kehadiran Yosafat, raja yang
takut akan Tuhan, maka Tuhan dengan ajaib mengirimkan banyak air dari arah Edom
untuk diminum. Air itu, karena berasal dari Edom yang tanahnya merah (Edom
berarti "merah" dalam bahasa Ibrani), membuat orang Moab mengira
pihak penyerang telah saling bunuh. Orang Moab mendatangi pasukan gabungan
Israel, Yehuda dan Edom, dan mendapati mereka dalam keadaan siaga. Akibatnya,
tentara Moab mengalami kekalahan besar. (2 Raja-raja 3:1-27).
Seorang janda nabi
mengeluh karena tidak punya uang membayar penagih hutang yang akan mengambil
anak-anaknya menjadi budak. Elisa memperbanyak minyak di rumah janda itu
sehingga dapat dijual dan membayar hutang. (2 Raja-raja 4:1-7)
Elisa menghidupkan
kembali putra perempuan Sunem yang telah berbaik hati menyediakan kamar tidur
berdinding batu di sebelah atas rumahnya, sebagai kediaman setiap kali Elisa
berkunjung ke kota itu. (2 Raja-raja 4:8-37)
Sewaktu di Gilgal,
makanan yang disediakan untuk para nabi mengandung racun. Elisa melemparkan
tepung ke dalam kuali serta berkata: "Cedoklah sekarang bagi orang-orang
ini, supaya mereka makan!" Maka tidak ada lagi sesuatu bahaya dalam kuali
itu. (2 Raja-raja 4:38-41)
Dari roti hulu hasil
yang dibawa seseorang dari Baal-Salisa untuk Elisa, yaitu 20 roti jelai serta
gandum baru dalam sebuah kantong, Elisa memperbanyak dan memberi makan 100
orang serta ada sisanya (2 Raja-raja 4:42-44).
Elisa juga menyembuhkan
penyakit kusta Naaman, seorang panglima raja Aram. Penyakit kusta itu pindah ke
Gehazi, hamba Elisa, yang serakah dan minta hadiah dari Naaman, tanpa seijin
Elisa (2 Raja-raja 5:1-27).
Suatu saat kapak seorang
rombongan nabi jatuh ke dalam air. Elisa melemparkan sepotong kayu, maka kapak
timbul mengapung (2 Raja-raja 6:1-7).
Raja Aram, Benhadad,
menyerang Israel, tetapi Elisa selalu memberitahukan strategi raja Aram itu
kepada raja Israel, sehingga serangan-serangan dapat digagalkan. Setelah
Benhadad diberitahu mengenai kemampuan nabi Elisa untuk mengetahui rencana
rahasia raja itu atas kuasa Tuhan, Benhadad mengirim pasukan besar ke Dotan
untuk menangkap Elisa. Namun Tuhan membutakan mata orang-orang itu dan Elisa
menuntun mereka ke raja Israel. Elisa menyuruh raja Israel untuk menjamu mereka
dan membiarkan mereka pulang ke Aram. Sejak itu tidak ada lagi
gerombolan-gerombolan Aram memasuki negeri Israel. (2 Raja-raja 6:8-23).
Tetapi raja Benhadad
sendiri maju mengepung Samaria, sehingga kota itu kekurangan makanan. Raja
Israel malah mengirim orang membunuh Elisa, tetapi Elisa sudah tahu rencana
itu, sehingga raja tidak jadi membunuhnya. Elisa mengatakan bahwa besoknya
Tuhan akan membuat harga makanan menjadi sangat murah. Perwira yang menemani
raja tidak percaya, dan Elisa mengatakan bahwa ia akan mengetahui kabar itu
benar, tetapi tidak menikmatinya. Maka esok harinya, 4 orang kusta yang putus
asa menyeberang dari Samaria ke kemah orang Aram. Di sana mereka melihat
kemah-kemah itu sudah kosong ditinggalkan oleh semua tentara dan barang-barang
termasuk makanan berlimpah dibiarkan di sana. Mereka melapor kembali dan dengan
banyaknya bahan makanan itu maka harga-harga menjadi murah. Orang-orang Samaria
berebut ke luar melalui gerbang kota Samaria dan menginjak-injak perwira raja
yang saat itu menjaga di pintu gerbang sampai mati. (2 Raja-raja 6:24-7:20).
Elisa memberitahu
perempuan Sunem yang anaknya pernah dihidupkannya untuk mengungsi ke tempat
lain karena akan ada kelaparan di Israel. Perempuan itu tinggal di negeri
Filistin selama 7 tahun, tapi setelah pulang, tanahnya sudah diambil orang
lain, maka ia mengadukan kasusnya kepada raja Israel. Raja menanyakan kepada
Gehazi, bujang Elisa, mengenai perbuatan besar Elisa terhadap perempuan itu dan
kebenaran cerita perempuan itu. Setelah Gehazi membenarkan, raja mengembalikan
segala miliknya dan segala hasil ladang itu sejak ia meninggalkan negeri ini
sampai waktu itu (2 Raja-raja 8:1-6).
Elisa pergi ke Damsyik
(Damaskus). Saat itu raja Benhadad sedang sakit, maka ia mengirim perwiranya,
Hazael, untuk membawa persembahan berupa segala barang yang indah-indah dari
Damsyik, sebanyak muatan 40 ekor unta dan menanyakan apakah ia akan sembuh dari
penyakitnya. Elisa menyuruh Hazael untuk memberitahukan bahwa raja akan sembuh
dari sakitnya, tetapi Elisa mengatakan bahwa ia melihat bahwa Benhadad akan
segera mati. Elisa juga mengabarkan bahwa Hazael akan menjadi raja Aram dan ia
akan melakukan pembunuhan terhadap orang-orang Israel. Hal ini memenuhi tugas
yang diberikan Tuhan kepada Elia untuk mengurapi Hazael menjadi raja Aram (1
Raja-raja 19:15). Hazael menyampaikan pesan Elisa tentang kesembuhan kepada
raja, tetapi keesokan harinya Hazael mengambil sehelai selimut yang telah
dicelupkannya ke dalam air dan membentangkannya ke atas muka raja, sehingga
matilah raja. Maka Hazael menjadi raja menggantikan dia (2 Raja-raja 8:7-15).
Nabi Elisa memanggil
salah seorang dari rombongan nabi dan berkata kepadanya: "Ikatlah
pinggangmu, bawalah buli-buli berisi minyak ini dan pergilah ke Ramot-Gilead.
Apabila engkau sampai ke sana, carilah Yehu bin Yosafat bin Nimsi; masuklah,
ajak dia bangkit dari tengah-tengah temannya dan bawalah dia ke ruang dalam.
Kemudian ambillah buli-buli berisi minyak itu, lalu tuangkan isinya ke atas
kepalanya dan katakan: Beginilah firman TUHAN: Telah Kuurapi engkau menjadi
raja atas Israel! Sesudah itu bukalah pintu, larilah dan jangan
berlambat-lambat." Nabi muda itu melakukan tepat seperti yang disuruhkan.
Yehu, yang saat itu sedang bersama panglima-panglima raja Israel, Yoram,
berperang melawan Hazael, raja Aram, ternyata didukung oleh teman-temannya
untuk memberontak terhadap Yoram (2 Raja-raja 9:1-14). Maka Yehu membunuh
Yoram[2] dan menjadi raja Israel[3]. Hal ini memenuhi tugas Elia mengenai Yehu
(1 Raja-raja 19:16).
Sewaktu Elisa sakit dan
hampir meninggal, raja Israel, Yoas, mengunjunginya dan menangisinya. Elisa
menyuruh Yoas menembakkan anak panah ke luar jendela. Kemudian berkatalah
Elisa: "Itulah anak panah kemenangan daripada TUHAN, anak panah kemenangan
terhadap Aram. Engkau akan mengalahkan Aram di Afek sampai habis lenyap."
Selanjutnya, Yoas disuruh memukulkan anak panah ke tanah. Yoas hanya memukul 3
kali kemudian berhenti. Gusarlah Elisa kepada Yoas serta berkata:
"Seharusnya engkau memukul 5 atau 6 kali! Dengan berbuat demikian engkau
akan memukul Aram sampai habis lenyap. Tetapi sekarang, hanya tiga kali saja
engkau akan memukul Aram." (2 Raja-raja 13:14-19)
Sesudah itu matilah
Elisa, lalu ia dikuburkan. Adapun gerombolan Moab sering memasuki negeri itu
pada pergantian tahun. Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika
mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam
kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa,
maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri (2 Raja-raja 13:20-21).
Demikianlah artikel yang berjudul Biografi Dan Profil Lengkap Nabi Elia (Kisah Perjalanan Hidupnya). Semoga
dapat bermanfaat bagi saudara-saudara terkasih semuanya.Jika ada
permintaan,saran,maupun komentar saudara semuanya,silahkan untuk memberikan
komentarnya di kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih telah
berkunjung…
Tuhan Memberkati Kita…
Syaloom…

0 Response to "Biografi Dan Profil Lengkap Nabi Elisa (Kisah Perjalanan Hidupnya)"
Posting Komentar