Belajar Dari Yohanes Pembaptis
Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap,
Dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes,kalau-kalau
ia adalah Mesias,Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu
“Aku membaptis
kamu dengan air,tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku
akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.
Ia akan membaptis kamu dengan Roh
Kudus dan dengan api…
Baca selengkapnya:Lukas 3:15-17,21-22
Dalam
kehidupan sehari-hari mungkin kita menjadi gila
hormat,gila untuk disanjung,gila akan ketenaran,dan menjadi seorang opportunis
dengan selalu mengambil suatu kesempatan walaupun bukan haknya.Dan paling
tragis,kita sebagai anak Tuhan juga tidak segan-segan melakukan perbuatan yang
dapat menyakiti hati orang lain,merampas hak orang lain,dan menyikirkan orang
lain dengan cara-cara yang tidak sepantasnya seperti merendahkan keberadaan
orang lain,memfitnah orang lain dan lain sebagainya.Kita terlalu sombong dan
tiada kerendahan hati untuk mendapatkan hal itu.
Di
dalam Alkitab ada diceritakan kisah tentang Yohanes Pembaptis yang melakukan
pekerjaan Tuhan dan mempersiapkan jalan bagi Tuhan.Ketika orang banyak diutus
kepada Yohanes Pembaptis untuk mengetahu identitasnya,dia bersaksi dan tidak
berdusta.Dalam Yoh 1:19-20 dikatakan: “Dan inilah kesaksian Yohanes Pembaptis
ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi
kepadanya untuk menanyakan dia: “Siapakah engkau?” Ia mengaku dan tidak
berdusta,katanya: “Aku bukan Mesias.”
Dari
cerita ini kita dapat uraikan bahwa Yohanes Pembaptis bukanlah seorang
opportunis atau orang yang mengambil kesempatan.Yohanes pembaptis bukanlah
seorang yang gila hormat,gila pangkat,gila ketenaran,dan sejumlah kegilaan
duniawi lainnya.Dia tidak mengambil kesempatan untuk memperkenalkan dirinya
sebagai Mesias,yang bila mungkin dilakukannya,orang lain pasti percaya
kepadanya.Ia tidak mau mengambil keuntungan dan kesempatan dengan mengaku-ngaku
sebagai Mesias.Yohanes Pembaptis adalah seorang yang rendah hati,dia tidak mau
menyombongkan diri dengan mengaku sebagai seorang Mesias,dia tidak mau
mengambil alih gelar itu padahal dia dapat melakukan hal itu karena dia sudah
menguasai situasi pada saat itu.
Saudara-saudara yang terkasih,kita harus belajar dari cerita Firman
Tuhan kali ini mengenai Yohanes Pembaptis yang tidak mengambil kesempatan dalam
suatu situasi yang sudah dikuasainya.
Biasanya kalau suatu kondisi sudah dikuasai
seseorang,ada kecendrungan orang tersebut akan menjadi sombong dan mengambil
alih posisi yang seharusnya milik orang lain,dengan kata lain menjadi seorang
yang opportunis.Tanpa sadar,kita bisa menjadi opportunis di dalam Gereja dan
menyingkirkan orang lain untuk menjadi pengurus gereja karena kekayaan yang
dimiliki,karena kita banyak menyumbang gereja dan bukan karena kerinduan dan
panggilan kita untuk melayani.Tanpa sadar,kita menjadi oportunis di kantor dan
menyingkirkan orang lain dengan cara memfitnah dan menjelek-jelekkan orang
lainuntuk mendapatkan jabatan.Tanpa sadar menjadi opportunis di masyarakat dengan
menjadi ketua lingkungan dan lain sebagainya dengan cara menjatuhkan orang lain
dan mengambil posisi tersebut.
Hal-hal tersebut tidaklah baik dan tidak berkenan
dengan Tuhan,karena hal tersebut telah menyakiti hati orang lain dan juga
menyakiti hati Tuhan.Oleh karena itu,marilah kita meneladani sikap dari Yohanes
Pembaptis yang tetap rendah hati dan tidak mengambil suatu kesempatan dalam
suatu kondisi yang dikusainya agar berkat Tuhan tercurah dan damai sejahtera
melimpahi kehidupan kita setiap saat.
Tetaplah Untuk Rendah Hati.
Tuhan Yesus Memberkati Kita…
Amin
Motto:
“Hidup adalah pelajaran panjang untuk tetap memiliki sikap kerendahan hati”
Doa:
Ya Allah Bapa,ajarlah dan kuatkan lah kami untuk mampu meneladani sikap dari
Yohanes Pembaptis yang tetap rendah hati dan tidak mengambil suatu kesempatan
dalam suatu kondisi yang dikuasainya agar berkat Tuhan tercurah dan dama
sejahtera dari Tuhan melimpahi kehidupan kami setiap saat.Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa.Amin

0 Response to "Renungan Singkat Rohani Kristen Belajar Dari Yohanes Pembaptis"
Posting Komentar